Saturday, June 16, 2012


birth by `suzi9mm

kembali, terlahir atau tersadar?

kematian seharusnya bukanlah sesuatu yang harus kita takutkan. Mati adalah pintu dari jalan yang memang harus kita lalui. Secara biologis, mati ditandai dengan berhentinya jantung, sehingga suplai darah udara terhenti di seluruh tubuh. Akibatnya, semua sel-sel tidak bekerja, dan akhirnya membusuk.


Sebenarnya kita masih tetap hidup, hanya saja tidak memiliki wujud.  


Kematian yang sebenarnya adalah matinya makna hidup. Ini bisa terjadi bahkan oleh kita yang masih hidup. Ketika kita kehilangan makna, rasanya seperti terkena penyakit kronis stadium akhir. Menggerogoti segala sendi kehidupan. Dari satu sel yang rusak, akhirnya menstimuli sel-sel lain dalam kehidupan untuk meranggas. Rasanya seperti sebuah kantung plastik yang terserak ditengah jalan raya. Terinjak, terhempas tak tentu arah, dan terbuang tanpa tujuan.


Matinya makna bukan berarti kiamat.


Kita adalah partikel bebas. Sebebas debu yang bertebangan di jagat raya, tidak ada limit. Tanpa kita sadari, kita terhubung satu dengan yang lainnya. Ketika matinya makna hidup, miliaran partikel lain ada disekeliling kita akan membantu, tanpa kita sadari. Mungkin tidak bisa diceritakan semua, intinya, saya kembali. Entah terlahir dari kematian atau tersadar dari matinya makna? 

Friday, February 13, 2009

Nuwa


mencari

aku adalah terang dikegelapan malam, bermain bersama bintang, diselimuti awan, dipunggungi mentari.. aku adalah inspirasi bagi manusia, karena terangku, membimbing mereka meraungi kegelapan samudra.. karena aku adalah penyimpan rahasia mereka.. karena aku selalu ada di atas mereka..

andai aku bisa bicara..

aku mendengar tentangnya, keindahan yang bisa dinikmati dunia, meski hanya sekejap.. ia adalah kekaguman manusia.. kemunculannya selalu dinanti meski tak pasti.. tak ada yang tahu wujud aslinya, hanya bisa memandang dari jauh, tanpa sedetikpun bisa tersentuh, hingga tiba ia menghilang..

ia adalah rasa penasaranku..

aku mencoba untuk mencari.. kutanya pada segerombolan bintang yang sedang bermain, mereka tak tahu apapun. "tanyakan pada awan" jawab mereka. akupun segera menemui awan, berkisah, namun ia tak juga mengetahuinya dengan pasti, ia menyuruhku menemui hujan, karena hujanpun pernah bertutur tentangnya..

jantungku berdegup..

akhirnya aku berhasil bertemu hujan.. ternyata hujan adalah pengagumnya juga.. tapi nampaknya itu cerita usang, ia nampak seperti kehilangan harapan.. hujan berkata: ia adalah warna dunia, begitu indah, begitu mewah, begitu misterius.. ia adalah pembawa harapan, ia pembawa damai, ia pembawa tawa riang.. tapi tak sekalipun aku bertemu dengannya, hanya sempat terlihat dari sudut mataku, sebelum akhirnya aku melebur didaratan.. tanyakanlah pada mentari wahai sahabat.. ia sang bijaksana yang mengetahui segalanya..

mentari sang penuntun..

bertemu mentari seperti bertemu dengan ayah, ibu, sahabat, kakak, adik, sekaligus menjadi satu.. ia adalah panutan semua mahluk.. meski dikegelapan, hadirnya selalu ada.. aku ada karena dia menerangiku.. aku lepaskan semua asa dihadapannya.. dari mentari akupun tahu, ia adalah jelmaan sinar mentari, kemunculannya adalah berkah, karena dihubungkan oleh serangkaian peristiwa.. ia adalah peleburan spektrum cahayaku jawab mentari.. ia adalah Nuwa, atau manusia menyebutnya pelangi.. 

takdir berkehendak lain..

aku adalah Lunar, manusia menyebutku rembulan.. aku sedang mencari pujaanku Nuwa.. ia sesuatu yang tidak bisa tersentuh.. sesuatu yang secara logika tidak bisa aku lihat.. tapi mentari rupanya berbelas kasihan kepadaku.. ia mengizinkan aku bersembunyi di balik punggungnya.. aku melihat Anemoi (angin) disana, mendorong Cirrus (awan) dengan bersuka cita, mereka bermain.. Rain pun ikut bermain bersama, hingga tiba saat mereka kelelahan, Rain turun ke Bumi, Anemoi terbang menjauh, Cirrus pergi entah kemana, aku terdiam..

Terdiam,  berdegup..

semburat tipis mucul dari Bumi, merah, biru, kuning.. aku terpana.. ia melintang, memamerkan keindahan, ingin aku mententuhnya.. hingga tiba sisi lainnya kembali menggapai Bumi.. ia hanya diam, tapi keheningan itu membuat hatiku berpesta.. ia adalah Nuwa.. sang dewi.. pembawa pesan kebahagiaan dari Surga ke Bumi..

aku bahagia, akan kusinari Bumi dengan purnama..

aku melihatnya..